Cinta bertepuk sebelah tangan dapat berdampak serius pada harga diri dan kondisi mental Anda. Ketika orang yang Anda cintai bersikap acuh tak acuh, suasana hati Anda dapat memburuk, Anda merasa tidak puas dengan diri sendiri, dan cenderung menutup diri. Terlebih lagi, terus memikirkan cinta yang tidak terbalas dapat memicu depresi berat. Lalu, bagaimana cara menghindarinya dan berhenti memikirkan seseorang yang tidak membalas perasaan Anda? Artikel ini akan membahasnya secara lebih terperinci.
Kenali Hal yang Terus Mengusik Pikiran Anda
Pertama, temukan “pemicu” Anda, yaitu semua tindakan dan emosi dari orang yang Anda cintai yang pernah memberi Anda kebahagiaan dan kepuasan. Untuk menemukannya, ajukan beberapa pertanyaan penting berikut kepada diri sendiri:
- Apa yang membuat Anda kagum pada orang ini?
- Kegiatan apa yang Anda lakukan bersamanya dan membuat Anda bahagia?
- Harapan dan ekspektasi apa yang Anda kaitkan dengan orang ini?
- Apa yang membedakan orang ini dari orang lain?
- Tempat apa saja yang pernah Anda kunjungi bersama?
- Hal istimewa apa yang dilakukan orang ini untuk Anda sehingga Anda menyukainya?
Jawablah pertanyaan tersebut secara tertulis, jujur, dan terperinci. Sebagai contoh, seorang pria mungkin sangat menyukai lelucon seorang wanita serta kemampuannya untuk menghibur dan membuatnya lebih terbuka, sesuatu yang sebelumnya tidak berhasil dilakukan oleh siapa pun. Hal itulah yang menjadi “pemicu” Anda.
Pahami Alasan Keterikatan Anda
Kenangan Anda tentang orang tersebut berkaitan dengan sensasi tertentu yang muncul ketika berinteraksi dengannya. Sensasi itu dapat berupa kontak fisik, sentuhan, daya tarik tertentu, kelembutan, atau keterbukaan. Ingatlah bahwa semua sensasi tersebut hanyalah kesenangan sementara yang akan memudar seiring waktu.
Singkirkan Benda yang Mengingatkan Anda Kepadanya
Saran ini cukup jelas dan sering disampaikan oleh banyak ahli. Selain menyingkirkan barang pribadi, hadiah, dan foto, Anda juga perlu menghapus musik yang berkaitan dengan orang tersebut serta menjauhkan aroma atau hal lain yang mengingatkan Anda kepadanya.
Tenangkan Pergulatan Batin Anda
Ambil selembar kertas dan pena untuk menjawab pertanyaan berikut:
-
Perasaan apa yang akan Anda alami jika tetap berhubungan dengan orang ini?
-
Bagaimana kehidupan Anda akan berubah menjadi lebih baik setelah berhenti memikirkan orang yang Anda cintai?
-
Seberapa besar penderitaan yang akan Anda alami jika tidak berhenti berkomunikasi dengan orang ini?
-
Mana yang lebih buruk: mengalami cinta bertepuk sebelah tangan atau kehilangan harga diri?
Tuliskan jawaban Anda sedetail mungkin dan renungkan inti setiap pertanyaan. Bacalah kembali tulisan tersebut setiap kali pikiran Anda kembali tertuju kepada orang itu.
Lepaskan Diri dari “Pemicu”
Untuk melakukannya, penting bagi Anda untuk menyadari bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup bergantung pada diri sendiri, bukan pada keberadaan orang lain di sisi Anda. Pelajari hal baru, nikmati hidup, dan jalin hubungan dengan orang-orang yang membawa kebahagiaan bagi Anda.
Sadari bahwa Anda Jatuh Cinta pada Bayangannya, Bukan Orangnya
Perasaan menyenangkan yang Anda alami sebenarnya terbentuk dalam imajinasi Anda sendiri. Anda mengidealkan orang yang Anda cintai, padahal ia hanyalah manusia biasa. Setelah gambaran ideal itu runtuh, Anda akan menyadari bahwa perasaan tersebut mulai memudar.
Untuk mengetahui seberapa kuat perasaan itu masih mengikat Anda, ikuti tes “Seberapa Dalam Anda Jatuh Cinta?”.