Menurut psikolog, pikiran negatif dapat berakar pada beberapa penyebab berikut:
1. Pola hidup dari orang tua yang diterima anak secara tidak sadar. Jika sejak kecil anak terus mendengar, “Turun dari palang itu, nanti Anda terluka,” atau “Jangan terlalu cepat mengayuh sepeda, nanti Anda jatuh,” ia mulai memandang dunia dengan penuh kewaspadaan. Akibatnya, muncul ketakutan terhadap hal baru dan tidak dikenal. Anak pun mulai meragukan kemampuan dan keterampilannya. Pengalaman masa kecil kemudian menjadi dasar bagi berbagai penyebab lain yang membentuk pikiran negatif.
2. Pengalaman buruk pada masa lalu. Bagi orang yang cenderung berpikir negatif, kegagalan yang terjadi saat kelas satu sekolah dasar maupun seminggu lalu sama saja. Mereka akan mengingatnya dalam waktu lama dan tidak mau mencoba lagi. Misalnya, jika seseorang pernah keracunan jamur, setelah itu ia mungkin sama sekali tidak mau memakannya lagi.
3. Menghindari kegagalan. Karena sangat meragukan kemampuan diri, orang dengan pikiran negatif takut mencoba hal baru. Bagi mereka, menolak dan tetap berada di zona nyaman terasa lebih mudah.
Ciri-Ciri Orang dengan Pikiran Negatif
- Mereka mudah menemukan kekurangan dan bahkan tidak berusaha melihat sisi positif dalam suatu keadaan.
- Mereka selalu menggunakan pengalaman buruk sebagai alasan.
- Mereka takut menghadapi hal baru sehingga sulit pindah ke kota lain, berganti pekerjaan, atau mengubah gaya berpakaian.
- Mereka tidak siap bertanggung jawab atas kehidupan sendiri.
- Mereka sangat mudah cemas dan membayangkan kemungkinan terburuk dalam pikirannya.
Bagaimana Cara Mengatasi Pikiran Negatif?
Jangan Membesar-besarkan Masalah
Anda perlu memahami bahwa banyak orang tidak berhasil pada percobaan pertama. Jarang sekali seseorang menikah dengan cinta pertamanya, diterima bekerja setelah wawancara pertama, atau seorang dokter magang berhasil melakukan operasi pertamanya. Semua orang pernah melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Namun, hanya mereka yang tidak menyerah yang dapat mencapai hasil.
Isi Pikiran dengan Informasi yang Bermanfaat
Untuk mengurangi pikiran negatif, berhentilah membaca konten tidak bermutu, menonton berita bohong, dan mendengarkan gosip. Pilihlah informasi dengan cermat. Bacalah buku yang menambah wawasan serta tontonlah film yang inspiratif dan bermanfaat.
Belajarlah Membawa Kekhawatiran Sampai Terasa Tidak Masuk Akal
Jika Anda kembali berpikir negatif, cobalah membawa pikiran yang mencemaskan itu sampai terasa tidak masuk akal sehingga akhirnya menjadi begitu lucu sampai Anda dapat tertawa atau tidak lagi menganggap pikiran negatif tersebut penting.
Jangan Menaruh Harapan Terlalu Tinggi
Jika takut kecewa, jangan terlalu cepat terpesona. Tuntutan dan harapan yang terlalu tinggi jarang menjadi kenyataan sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk merencanakannya. Nikmati apa yang sedang terjadi, bersikaplah fleksibel, dan lakukan apa yang Anda inginkan. Ingatlah bahwa hanya Anda yang mengendalikan berbagai peristiwa dalam hidup Anda. Karena itu, banyak hal bergantung pada Anda. Untuk memahami arah yang sebaiknya dipilih, ikuti tes “Apa yang Kurang agar Anda Bahagia?”.