Para tenaga ahli di bidang “manusia dan alam” mempelajari fenomena alam, flora, dan fauna secara mendalam. Pekerjaan mereka berkaitan erat dengan makhluk hidup dan unsur alam tak hidup. Karena itu, mereka tidak hanya memerlukan pengetahuan yang luas, tetapi juga kemampuan observasi, kesabaran, daya tahan, serta kemampuan beradaptasi saat bekerja dalam kondisi yang kurang mendukung atau mudah berubah. Mari kita bahas lebih lanjut profesi apa saja yang termasuk dalam bidang ini dan tugasnya.
Pelatih Anjing
Pekerjaan pelatih anjing mencakup pengasuhan, pelatihan, dan pembiakan anjing untuk berbagai kebutuhan, mulai dari anjing penyelamat dan anjing pemandu hingga anjing pelacak, anjing dinas, dan hewan peliharaan. Pelatih anjing juga aktif mengikuti pameran dan kompetisi untuk menunjukkan hasil pekerjaannya. Agar berhasil dalam profesi ini, seseorang perlu menyayangi hewan, bersabar, mampu mengendalikan emosi, dan berani.
Mata pelajaran sekolah: bahasa Indonesia, matematika, biologi.
Pendidikan: keterampilan profesional sebagai pelatih anjing dapat dipelajari di sekolah menengah kejuruan bidang pertanian setelah lulus SMP, serta di institut atau universitas.
Peluang kerja tersedia di kepolisian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, TNI, klub anjing, serta lembaga pendidikan vokasi.
Gaji berbeda-beda menurut pengalaman, wilayah, dan tempat kerja.
Dokter Hewan
Pekerjaan dokter hewan mencakup pengobatan dan pencegahan penyakit pada hewan, pelaksanaan prosedur medis dan operasi, serta disinfeksi peternakan dan kandang. Dokter hewan juga mengawasi standar sanitasi produk peternakan dan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan untuk memastikan produk aman bagi konsumen.
Mata pelajaran sekolah: bahasa Indonesia, matematika, biologi.
Pendidikan: pendidikan kedokteran hewan tersedia di perguruan tinggi, sedangkan pendidikan vokasi terkait kesehatan hewan tersedia di sekolah menengah kejuruan atau politeknik. Untuk menjadi dokter hewan, seseorang harus menyelesaikan pendidikan tinggi kedokteran hewan dan pendidikan profesi, sementara lulusan pendidikan vokasi dapat bekerja sebagai tenaga kesehatan hewan sesuai kompetensinya.
Bidang pekerjaan mencakup klinik hewan dan perusahaan peternakan.
Pendapatan dokter hewan berbeda-beda menurut pengalaman, wilayah, dan tempat kerja.
Agronom
Agronom mengembangkan varietas baru tanaman pertanian serta menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi wilayah dan cuaca. Mereka memantau pertumbuhan dan perkembangan tanaman sekaligus memberikan perlindungan dan kondisi yang mendukung pertumbuhan. Tugas mereka juga mencakup penelitian ilmiah dan pengelolaan produksi pertanian agar hasilnya semakin baik.
Mata pelajaran sekolah: bahasa Indonesia, matematika, biologi, kimia.
Pendidikan agronomi dapat ditempuh di perguruan tinggi setelah lulus SMA atau sederajat.
Tempat kerja mencakup badan usaha milik negara bidang pertanian, koperasi pertanian, perkebunan, dan usaha tani.
Gaji agronom berbeda-beda menurut pengalaman, wilayah, dan tempat kerja.
Ahli Lingkungan
Ahli lingkungan melakukan penelitian di bidang perlindungan lingkungan, terlibat dalam kajian dampak lingkungan, dan mengikuti kegiatan pelestarian alam. Mereka mempelajari penyebab bencana alam dan berupaya mengurangi dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan.
Mata pelajaran sekolah: bahasa Indonesia, matematika, biologi, geografi.
Untuk menjadi ahli lingkungan, seseorang dapat menempuh pendidikan di sekolah menengah kejuruan, politeknik, institut, atau universitas setelah lulus SMP maupun SMA sesuai jenjang program yang dipilih.
Peluang kerja tersedia di Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kementerian Pertanian, instansi pemerintah lainnya, serta perusahaan industri.
Gaji ahli lingkungan berbeda-beda menurut pengalaman, wilayah, dan tempat kerja.
Teknolog Pangan
Teknolog pangan mengawasi kualitas dan urutan proses pada setiap tahap produksi makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengemasan produk jadi. Para tenaga ahli ini memegang peran penting dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan.
Mata pelajaran sekolah: bahasa Indonesia, matematika, kimia, fisika.
Pendidikan di bidang teknologi pangan dapat ditempuh setelah lulus SMA atau sederajat di perguruan tinggi yang menyediakan program studi terkait.
Bidang pekerjaan mencakup pabrik roti dan makanan manis, industri pengolahan daging dan susu, serta pabrik minuman beralkohol.
Pendapatan teknolog pangan berbeda-beda menurut pengalaman, wilayah, dan tempat kerja.
Untuk mengetahui apakah bidang “manusia dan alam” sesuai bagi Anda, ikuti tes pemilihan karier berdasarkan metode Klimov.